FOTO: Angklung Modifikasi
Heru Sri Kumoro/KOMPASKesenian angklung yang telah dimodifikasi sehingga bisa dimainkan dengan dihubungkan ke perangkat pemutar musik iPod dipamerkan pada Kridaya 2011 di Jakarta Convention Center, Jakarta
BERITA FOTO
Table 1: Corresponding frequency values for C5-C6 using tempered scale
Pitch Standard frequency (Hertz)
C5 523.25
D5 587.33
E5 659.26
F5 698.46
G5 783.99
A5 880.00
B5 987.77
c6 1046.50
Table 2: Calculated fundamental frequency for the primary rattles
Primary rattle
Angklung
pitch L(mm) d(mm) [f.sub.1](Herz)
C5 158 31 508.03
D5 136 32 583.65
E5 120 26 664.99
F5 112 25 711.16
G5 95 25 828.96
A5 86 24 911.62
B5 80 23 977.68
C6 72 23 1076.66
Table 3: Comparison of [f.sub.primary] with fundamental air resonance for each primary rattle Angklung [f.sub.primary(range)] Calculated fundamental Pitch resonance C5 521.51-524.20 521.44-526.28 D5 583.42-595.53 585.30-591.07 E5 659.45-666.18 660.78-673.11 F5 699.83-707.90 700.08-706.58 G5 787.98-797.40 788.99-802.78 A5 894.30-904.39 875.44-881.53 B5 983.13-1000.20 1003.88-1011.44 C6 061.18-1081.37 1046.50-1059.88
Table 4: Calculated fundamental frequencies for secondary rattles
Secondary rattle
Angklung pitch L(mm) d(mm) f sub.1](Hertz)
C5 74 18 1070.23
D5 64 20 1213.59
E5 58 18 1339.94
F5 53 19 1446.93
G5 47 16 1639.79
A5 42 16 1814.69
B5 36 15 2096.67
C6 34 14 2222.96
Table 5: Comparison of [f.sub.secondary] with fundamental air resonance for each secondary rattle Angklung Calculated fundamental pitch [f.sub.secondary] resonance C5 1068.59-1079.35 1070.23 D5 1175.58-1193.07 1213.59 E5 1337.75-1344.48 1339.94 F5 1396.29-1413.12 1446.93 G5 1587.40-1597.49 1639.79 A5 1779.85-1781.20 1814.69 B5 2011.34-2023.45 2096.67 C6 2102.18-2116.98 2222.96
Table 6: Pitch of the angklung played with both rattles
Equivalent frequency
Intended pitch Pitch of samples (cents notation)
C5 C5-6-C5+10 521.44-526.28
D5 D5-6-D5+11 585.30-591.07
E5 E5+4-E5+36 660.78-673.11
F5 F5+4-F5+20 700.08-706.58
G5 G5+11-G5+41 788.99-802.78
A5 A5-9-A5+3 875.44-881.53
B5 B5+28-B5+41 1003.88-1011.44
C6 C6+0-C6+22 1046.50-1059.88
| Laskar Pelangi Dapat Perhatian Warga Arab |
| Era Baru News | Sabtu, 27 Februari 2010 |
| Jakarta - Film "Laskar Pelangi" yang bercerita mengenai perjuangan 10 anak Belitung untuk bersekolah itu terbukti bukan saja diminati oleh warga Indonesia tetapi juga oleh warga Arab. Selain karena film tersebut berlatar belakang di sebuah daerah (Belitung) yang indah sehingga secara tidak langsung mempromosikan kekayaan alam Indonesia, kata Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya (Pensosbud) II, KJRI Jeddah Cahyono Rustam ketika menjelaskan pemutaran film Laskar Pelangi pada Kamis malam di Konsulat Jenderal Brunei Darussalam di Jeddah. "Festival Film Asia ke-3 merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Asian Consuls` General Club (ACGC) terdiri dari Indonesia, Jepang, Cina, Korea Selatan, Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, India, Srilanka, Pakistan, Bangladesh, Singapura plus Arab Saudi sebagai tuan rumah. Selama dua tahun sebelumnya acara ini diadakan di Wisma Konjen RI Jeddah, namun untuk tahun ini diadakan di tiga tempat berbeda yaitu kediaman Konjen Jepang, Kediaman Konjen Srilanka dan kediaman Konjen Brunei Darussalam. Cahyono Rustam menjelaskan dipilihnya film laskar pelangi juga disebabkan sebuah idealisme seorang anak bangsa dalam mencapai pendidikannya di Indonesia. Tentunya hal ini akan menggambarkan betapa semangatnya anak Indonesia dalam meraih pendidikan, jelas Cahyono Rustam. Tak kalah penting dari pemutaran film ini adalah memperkenalkan budaya Indonesia di Arab Saudi karena film tersebut ditonton oleh warga Arab Saudi, mitra kerja KJRI Jeddah dan para diplomat di wilayah Jeddah, tambahnya. "Yang tidak kalah menarik, sebelum pemutaran film juga dipertontonkan pertunjukan angklung yang dimainkan oleh 18 mahasiswa Indonesia," ia menjelaskan. Para pemain angklung itu adalah mahasiswa yang mengikuti program S2 di King Abdullah University for Science and Technology. Music angklung yang berkolaborasi dengan gendang dan gitar berhasil menarik para penonton yang mayoritas warga Arab Saudi. "Terlebih lagi saat tim angklung membawakan lagu "ya Mustafa ya Musthofa" yang dinyanyikan oleh Perdana Karim seorang mahasiswa alumni IPB jurusan kelautan," katanya.(ant/yan) |
|